Powered By
widgetmate.com
Sponsored By
Digital Camera

Minggu, 22 Maret 2009

Faktor yang mempengaruhi USD/JPY

Ministry of Finance: MoF adalah institusi politik dan moneter yang terpenting di jepang. Ia mampu memberikan arah pergerakan pasar, perannya terhadap pasar lebih besar dari menteri keuangan yang ada di Amerika, Inggris dan Jerman. Pejabat MoF sering membuat pernyataan tentang keadaan ekonomi yang mempunyai hubungan erat dengan Yen. Penyataan tersebut termasuk verbal intervention yang berisi kesenangan atau ketidaksenangan terhadap penguatan atau pelemahanYen.

Bank of Japan (BoJ). Tahun 1998, Jepang telah membiarkan Bank sentralnya (BoJ) beroperasi sendiri (Independen) tanpa campur tangan pihak pemerintah (MoF) dan menyerahkan pengawasan penuh terhadap jalannya kebijakan moneter, sementara MoF hanya berhubungan dalam tugasnya untuk membuat kebijakan moneter.

Interest Rates: Overnight Call Rate adalah kunci suku bunga jangka pendek interbank. Call rate diawasi oleh BoJ melalui operasi pasar terbuka (open market operations) yang didisain untuk mengatur liquiditas. BoJ menggunakan call rate untuk memberikan signal terhadap perubahan kebijakan moneter yang berpengaruh terhadap currency.

Japanese Government Bonds (JGBs): BoJ membeli 10 dan 20-tahun JGB setiap bulan untuk mengucurkan liquiditas kedalam system moneter. Angka index 10-tahun JGB dapat digunakan sebagai indicator kunci untuk menentukan long-term interest rates. Perbedaan antara 10-tahun JGB dengan US 10-year treasury notes, adalah kendali penting terhadap pergerakan harga USD/JPY. Turunnya JGBs (JGB yield naik) biasanya mendorong pergerakan Yen.

Economic and Fiscal Policy Agency: Secara resmi menggantikan kekuatan Economic Planning Agency (EPA) pada tanggal 6 Januari, 2001. Agen pemerintah ini bertanggung jawab untuk merumuskan program rencana program ekonomi dan mengkoordinir kebijakan ekonomi termasuk, employment, international trade dan foreign exchange.

Taro Aso ditunjuk pada Januari 2001 menggantikan Fukushiro Nukaga.

Ministry of International Trade and Industry (MITI): Institusi pemerintah yang bertujuan untuk mendukung kepentingan industri Jepang dan menyokong kemampuan bersaing di perusahaan Jepang di pasar Global. Kemampuan MITI tidak lagi sekuat tahun 1980-an dan permulaan 1990-an, ketika hubungan perdagangan Amerika-Jepang masih sebagai topik panas di FX market.

Economic Data: Item data yang paling penting di Jepang adalah; GDP, Tankan survey (business sentiment dan expectations survey yang dirilis per quartal); international trade; unemployment; industrial production dan money supply (M2+CD).

Nikkei-225: Sebagai leading stock index di Jepang. Pelemahan Yen biasanya mengangkat harga saham perusahaan yang berorientasi ekspor, yang cenderung dapat mengangkat keseluruhan stock index di Jepang. Hubungan Nikkei-yen kadang kala terbalik, ketika pasar index mengalami penguatan terkadang cenderung menguatkan Yen (menurunkan USD/JPY).

Dampak Cross Rate: USD/JPY exchange rate hampir selalu dipengaruhi oleh pergerakan cross exchange rates (non-dollar exchange rates) seperti EUR/JPY or EUR/USD. Pengaruh bisa sangat kuat, bahkan mencapai lebih dari 50%. Biasanya pergerakan cross exchange rates jika terjadi sentimen baik atau buruk antara Jepang dan Euro zone.
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar