Untuk mendeteksi channel alat yang paling powerfull adalah zigzag dan horisontal line/HL bisa juga ditambah MA dimana dengan cukup mengamati pergerakan bar tidak mampu menembus RS dari HL tsb maka bisa dipastikan kondisi market adalah channel. Namun ada metoda lain yang juga powerfull bagiku dalam mendeteksi channel bahkan bisa dibilang leading yang dikenal dengan habit channel mingguan.
Berdasarkan habit , trend harian seringkali mengalami yang disebut channel/sideway mingguan dimana channel terbentuk dalam salah satu hari dalam seminggu. Bisa jadi terjadi pada awal hari bisa jadi terbentuk pada selasa , rabu atau kamis juga jumat. Dan ada kebiasaan market dimana jika terjadi trend pada 2 hari sebelumnya ( kadang 3 hari ) maka keesokan harinya akan mengalami channeling.
Saya pribadi memasukkan habit ini sebagai pertimbangan utama dan sangat membantu dalam mengambil keputusan dalam bertradingku tentu saja disempurnakan dengan pertimbangan yang lainnya. Jika anda pemain averaging , hal ini bisa dijadikan pertimbangan untuk kapan mulai dilakukan averaging termasuk mereka pemain counter trend atau pencuri pullback trend movement.... so far rasio 20% pullback bisa kita manfaatkan dan memiliki probabilitas besar.
Habit channeling ini bisa jadi sekedar istirahat sejenak perjalanan trend sebelum melanjutkan trendnya namun bisa jadi merupakan reversal atau menjadikan channel dalam time frame yang lebih besar... so pertimbangan yang lebih menyeluruh sangat diperlukan. Namun saya kira pemanfaatan ala averaging , counter trend , pullback-stealer bisa dikatakan lebih tepat atau sekedar pelengkap pertimbangan dari system trading yang anda gunakan selama ini.
Yang perlu diingat adalah semua ini hanya habit dan suatu saat bisa mengalami pengecualian oleh sebab itu bijaksanalah dalam bertrading. :)
Rabu, 01 Juli 2009
Mengenal channel...part VI - channel habit
Selasa, 05 Mei 2009
Mengenal channel...part V - zigzag
Zigzag , adalah indi favorite bagiku... karena zigzag sangat membantu dalam rangka mengenali bentuk chart pattern yang telah terbentuk. Swing harga akan ditarik sebuah garis lurus pada hilonya yang kemudian dipatahkan dengan garis lurus yang lebih baru pada hilo yang terbaru pula.
Zigzag , sepintas hanya garis patah-patah semata namun sesungguhnya memiliki banyak arti dan dari sana banyak menumbuhkan visi dari banyak system trading. Antara lain adalah dalam mencermati chart pattern yang terjadi... konsep-konsep seperti doble bottom , sideway dan trending termasuk ranging terlihat semua dengan jelas melalui bantuan zigzag.
Visi zigzag adalah menghitung kedalaman bar dan menentukan garis swing yang terjadi dengan menggambar garis pada hilonya... bergantung settingan bar yang ditentukan dalam tab parameternya , standart 12 dan penggunaan terbaik menurutku adalah 1h. Hal ini lebih dikarenakan satu hari ada 24 jam sehingga dengan settingan 12 maka kita bisa mengukur dan mengamati apa yang terjadi dalam per 12 jam selain itu bertepatan dengan session market asian dan us.
Zigzag dalam penentuan swing memiliki kesamaan dengan fibo yang membedakan hanya dalam hal kekhususan fungsi dimana fibo lebih ke pengukuran tahap berikutnya dari swing yang telah terbentuk sedangkan zigzag lebih ke pembentukan pola market yang terlihat dalam chart yang jika kita kombinasikan dengan TL maupun HL maka keseluruhan chart pattern ada disana.
Zigzag sangat tepat jika kita gunakan sebagai pengidentifikasi channel...dimana dengan zigzag kita bisa dengan mudah menemukan titik swing terakhir yang masih dalam range swing sebelumnya. Dimana titik tested channel , titik entry termasuk titik breakoutnya.
Bergeser fungsi zigzag juga bisa digunakan untuk mengukur kedalaman retracement atau cikal bakal terjadinya reversal meski fungsi ini lebih tepat menggunakan fibo. Hanya karena butuh kebiasaan , mungkin sebaiknya lebih dahulu familiar dengan fibo sebelum memutuskan mencopotnya agar chat lebih bersih.
Titik golden rasio zigzag berada di titik tengah yang membagi garis swing zigzag sama seperti fibo dan hukum-hukum yang dibawanyapun memiliki kesamaan dengan fibo , mungkin yang membedakan hanya masalah penilaian semata. Dimana menurut fibo harga yang retrace sell di 50% dianggap titik harga yang sudah dianggap murah dan jika dibawahnya maka termasuk terlalu murah.
Berlainan dengan zigzag dimana jika harga tidak mampu menembus golden rasionya maka menunjukkan market sedang trend , jika menembus 50% namun tidak mampu menjebol hilo 0-100% maka disebut channel dan jika menembus 50% kemudian harga kembali dan breakout namun masuk dalam range kembali maka disebut ranging.
Visi zigzag adalah menggambarkan potensi price cycle yang sedang terjadi channel/ sideway ( konfirmasi) - ranging trend ( penyimpangan ) - trend
dengan demikian diharapkan kita bisa arif dalam menentukan pilihan entry , jika kondisi channeling tentu kita akan menggunakan system yang mengadopsi akan hal tersebut demikian pula jika ranging ataupun trending.
Dengan demikian Zigzag adalah filter bagi kita untuk menentukan kapan menggunakan system trading yang terbaik sesuai kondisi pasar. Setidaknya dengan zigzag kita lebih informatif dan realistis dalam memaksimalkan fungsi tools trading kita , kesalahan ataupun mis-informasi terhadap kemampuan maksimal system trading kita bisa lebih di minimalisir... dan membuat chart menjadi lebih bersih , setidaknya itu bagi saya pribadi.
Jumat, 10 April 2009
Mengenal channel...part IV - channel tested
Channel tidak saja hanya sebuah range harga yang dibatasi oleh 2 buah batas harga yang cukup kuat yaitu resistensi dan support , sebagai high-low ... tonggak berdirinya channel itu sendiri. Channel bukan sekedar hilo sebagai range harga , sebab dikatakan channel karena dia memiliki sebuah titik konfirmasi yang disebut channel tested.
Channel tested adalah sebuah konfirmasi keabsahan terjadinya sebuah channel , bisa dikatakan bahwa range harga tersebut tidak bisa sebuah channel jika tidak memiliki titik konfirmasi yaitu channel tested tersebut. Dikatakan sebagai channel tested karena titik konfirmasi ini sebagai pengetes dan pengkonfirmasi terbentuknya channel itu sendiri. Dengan adanya channel tested ini maka ketangguhan RS-Hilo sebagai batas range harga terbukti...dan bisa dipastikan >80% harga selanjutnya akan berada dalam range harga yang kita kenal sebagai channel.
Titik konfirmasi , titik channel tested berada di wilayah 0-20% dan atau 80-100% dari range harga channel. Ketika harga swing BUY dan membentuk hilo dalam satuan waktu tertentu dan kemudian harga tidak mampu menerus pergerakannya menembus batas high yang baru saja terbentuk dari swing yang yang baru saja terjadi..... maka bisa dipersepsikan bahwa sebuah tonggak channel sudah terbentuk. Dan ketika harga kembali turun menembus golden rasionya ( 50% ) menuju ketitik awal swing BUY 0% namun tidak mampu menembusnya dan harga kembali ke atas maka titik terakhir harga turun disebut sebagai titik konfirmasi atau channel tested.Sedangkan ketika harga kembali menyebrangi golden rasio dan tersangkut di area 80% maka dianggap sebagai titik entry yang ideal dalam system trading channel.
Bagaimana jika titik konfirmasi berada di 50-80% dan atau 20-50% ?
Saya pribadi menganggapnya sebagai titik konfirmasi sebagai terbentuknya channel yang lemah. Dengan pengertian bahwa channel tidak memiliki ketahanan yang kuat dibandingkan ketika mencapai area <50% dan >80%....
Hal ini sangat penting dipahami karena akan merubah nilai RR yang dihasilkan dari system trading channel itu sendiri.Dimana dengan melakukan open trade di area <20% dan atau area >80% ( area kebalikan tempat terbentuknya channel tested ) dengan SL di area 0% dan atau 100% maka dengan menempatkan TP diarea 50-60% akan kita temukan RR yang cukup bagus yaitu 1 : 2 . Dan kita bisa memodifikasinya dengan melakukan averaging di area 10% dan atau 90% sekaligus titik SL open trade yang pertama sehingga dapat kita tekan lagi RR menjadi 1 : 4.
Channel tested , akan lebih mudah diikuti dan diprediksi berakitan dengan pergerakan harganya ketika channel terbentuk secara flat dibandingkan ranging trend channel. Oleh sebab itu seni membedakan antara channel flat dan ranging akan menjadi sebuah sisi yang menarik tersendiri bagi mereka penggemar channel meski sebenarnya dengan menutup mata akan kemungkinan terbentuknya ranging channel dengan mengedepankan probabilitas dan RR yang ada dalam channel flat itu sendiri sesungguhnya sudah cukup mengcover atas adanya akan hal itu.
Kamis, 02 April 2009
Mengenal channel...part III
Channel intraday adalah channel yang sering terjadi dibandingkan channel weekly dan banyak dibangun system diatasnya karena intraday adalah kondisional yang banyak di geluti oleh trader dan dilewati oleh banyak system trading .Channel intraday akan lebih jelas terlihat diwilayah 1H hingga 15M dengan menghitung pergerakan harga dalam range waktu 12 jam hingga 1.5 hari….
Ada banyal hal kenapa intraday seringkali terjadi channel namun , sebagian besar mereka berdiri di 2 hal yang mendasar , yaitu :
1. Open market
2. Fundamental
Oleh sebab itulah jika kita mengecilkan chart di range TF tersebut kita akan menemukan chart bergerak bagaikan ular yang melikuk dan likukannya berada pada area waktu tertentu yang berkaitan erat dengan economical event dan market open hour.
Hal ini bagi saya menjadi sesuatu yang patut diperhitungkan dan dipertimbangkan dalam wacana system trading intraday trader karena titik-titik tersebut tidak saja harga melekuk-lekuk namun seringkali dia berputar arah dan bergerak berlawanan sebagai bentuk reversal market. Selain itu hal yang terpenting adalah channel selalu terjadi setiap hari ( intraday hour )… dan probabilitas trend terjadi dalam range channel tsb kurang baik sehingga seringkali open trade kehilangan visinya.
So bukankah itu berarti kita meletakkan trading kita pada posisi yang tidak jelas jika kita trend follower namun melakukan open trade di fase channel intraday?
Channel intraday juga terbukti hebat terhadap Chart Pattern yang seringkali kejelasan bentuknya berada di kondisi yang sama dan MA bisa membantu kita untuk menganalisa lebih jelas sesungguhnya apa yang sedang terjadi.
Market bergerak dengan membawa sebuah alasan , demikian trader melakukan open trade dengan system tradingnya ….jika alasan itu tidak ada maka visi juga tidak ada , jika alasan itu tidak kuat maka visi juga tidak kuat dan probabilitas juga tidak kuat semua ini adalah hukum alam dalam bertrading. Misalkan kita bertrading GU di jam JPY market demikian juga dengan bertrading EU ketika NZD market open maka semua harus ada alasannya…..itu sebabnya system trading jarang yang bisa jalan di semua pairs atau banyak pairs karena masing-masing pairs memiliki habit , demikian dalam dunia channelnya.
Semua kembali ke visi trading masing-masing….. dan channel ( intraday ) adalah lebih dikarenakan oleh kondisi waktu dan waktu adalah komponen penghitung visi target profit, jika target tidak tersentuh dalam satuan waktu tertentu bisa dipastikan bahwa open trade kita akan dan mungkin sudah keluar dari visi . Demikian pula jika trade kita terganjal oleh kondisi channel maka trade kita juga terganjal dalam satuan waktu… dan ini akan menggeser satuan waktu dari target yang telah ditentukan…. Sehingga membuat open trade kita keluar dari jalur dan visi trade kita…. dan close trade adalah yang terbaik apapun hasilnya karena saat itu kondisi sudah lebih berada dalam kondisi untung-untungan alias probabilitas profit 50%. Lalu dimana analisanya jika hal tsb kita pertahankan? Setidaknya itu menurut saya....
Kamis, 05 Juni 2008
Mengenal Trendline...part II ( Korelasi Triangle dan Channel)
Seperti yang kita ketahui bahwa Trendline ( TL ) adalah faktor pendukung terjadinya sebuah triangle dan triangle manjadi pattern chart favorite hampir semua trader.Dan ada berbagai macam triangle antara lain ;
1. Ascending Triangle
2. Descending Triangle
3. symmetrical-triangle
Secara umum triangle dianggap sebagai Continuation patterns atau pola konsolidasi untuk menentukan arah trend selanjutnya dan bentuk triangle memberikan signal akan kemungkinan yang akan terjadi meski bukan sebuah kebenaran mutlak. Sebab adakalanya meski ascending namun harga breakout ke bawah begitu juga dengan descending triangle.....
Jika kita amati lebih mendalam maka kita akan menemukan bahwa triangle adalah turunan dari channel. Jika dia ascending kita temukan bahwa garis supply berfungsi sebagai garis channel atas sedangkan di descending maka garis demand sebagai batas channel sedangkan pada symmetrical triangle kedua titik dimulainya.
Sebagai turunan dari channel maka triangle terikat hukum dari channel , batas-batas pembentuk channel akan menjadi titik pengkonfirmasi atau resistensi-support selanjutnya dari sebuah pergerakan harga. Hanya pergerakan harga karena news yang cenderung tanpa ragu untuk tanpa berkonfirmasi ketika melewati batas garis channel dan atau triangle kecil seperti di tf 5 dan 15m.
Jika sebuah ascending mengalami breakout kebawah maka titik confirmasinya berada di garis batas channel bawah sedangkan descending triangle adalah batas garis atas channel. Hal inilah yang menyebabkan ketika breakout ascending maka harga seakan akan tidak ada resistensinya karena batas channel dan traingle terletak dititik yang sama begitu juga dengan descending. Jika breakout ini terjadi biasanya harga akan bergerak sebesar range channel yang terbentuk dan hal ini sudah menjadi sebuah habit dari sebuah pergerakan harga di market.
Selamat menikmati tradingnya yaa...
Minggu, 01 Juni 2008
Mengenal Channel...part II ( Standart Deviasi )
Salah satu tools yang banyak digunakan oleh pemain channel salah satunya adalah standart deviasi atau SD yang menjadi tools standart di metatrader-4. Tools ini bekerja dengan baik ketika market trend ranging dimana dengan settingan di property-nya maka kita bisa menghitung potensi penyimpangan yang ada di channel/ranging trend tersebut. Dimana nilai deviasi sebagai nilai kelenturan untuk mengadopsi fluktuasi harga dapat memberikan ruang toleransi bagi kita untuk menilai sejauhmana ranging kemungkinan bisa dan akan terjadi.
Penentuan setting deviasinya ada di tab parameter di property dari SD itu sendiri. Penentuan parameter deviasi ini sangat penting mengingat pergerakan tool ini berdasarkan settingan ini dan setiap pairs serta waktu memiliki nilai yang berbeda beda dan kadang berubah ubah. Oleh sebab itu pengenal terhadap habit pairs akan mempengaruhi settingan yang akan ditentukan.
Beberapa orang menggunakan SD sebagai mekanisme menghitung kapan perpindahan atau permulaan trend serta untuk mengenal apakah yang terjadi full trend ataukah ranging trending.
SD sendiri menurutku bekerja lebih ke nilai deviasi yang diberikan semakin besar nilai diberikan semakin panjang rentang yang dibuat oleh SD begitu juga sebaliknya. Disini peran sebuah kehati-hatian dan pengalaman sangat diperlukan mengingat setiap pairs memiliki habit tersendiri beserta waktu volatilnya.
SD dulu merupakan salah satu tools system tradingku meski kini jarang aku pakai mengingat potensi perubahan yang terjadi di setiap pairs dan waktunya. Dan mungkin juga karena pemahaman akan konsep dari sebuah standart deviasi itu sendiri sudah aku pahami sehingga cukup dengan menggunakan horisontal line semua terlihat lebih jelas.
Namun ada baiknya jika belum paham benar habit yang ada maka dengan menggunakan standart deviasi akan membantu mengenali channel dan perubahan trend serta ranging trend yang terjadi. Semua terserah anda.....
SD bekerja dengan baik ketika struktur harga dan kondisi market dalam keadaan tidak menentu meski tonggak channel dan tested sudah terbentuk , dimana market mengalami trend yang prematur , belum sempurna channel terbentuk sudah mengalami breakout pada tonggak channelnya meski kemudian harga kembali masuk dalam range. Yang kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal antara lain ;
- Slippage / Pip Hunting
- Provokasi BO yang gagal
- News lemah
- dll
Dimana jika hal ini kita akomodir dengan pola flat channel maka sudah barang tentu open trade kita akan termakan SL.... namun saya kira hal tsb bukan suatu masalah toh RR dan probabilitas yang akan menentukan hasil akhir.... termasuk ketentuan rizki juga tentunya.
My favorite trading system... part III
Trade adalah seni memainkan garis resistensi dan support tanpa harus bergantung dengan indikator... ( My favorite trading style series ).
Berikut ini adalah teknik implementasi chanell conditions yang biasa disebut sebagai teknik elevator. Kenapa disebut teknik elevator?? Sebab dia bekerja penuh di hukum chanel yang cenderung harga bergerak naik turun seperti elevator.
Seperti yang kita ketahui bahwa dikatakan chanel apabila sebuah harga tidak mampu menembus sebuah batasan high dan low tertentu dan oleh sebab harga tidak mampu ditembus maka kekuatan sebuah chanell wajib dibuktikan terlebih dahulu dalam bentuk pergerakan harga yang sifatnya meng-test kekuatan batas chanell tersebut. Jika kekuatan batas chanel sudah ditest maka potensi terbentuknya chanel bisa dikatakan 90% dan system elevator bekerja secara baik!!!
Bagaimanakah hukum system elevator tersebut?
Buy ketika harga mendekati 10% dari garis batas chanel bawah dan Sell ketika harga mendekati 10% batas chanell atas. Dengan TP1 = 50% range channel dan ke TP2 20% dari batas channel. Tapi biasanya aku lebih senang jika TP2 menggunakan 40% dari batas channel sebab lebih nyaman dan biasanya chanel jarang terbentuk sempurna.
Channel kadang tidak terbentuk sempurna dalam artian titik hilo yang terbentuk bukan dalam bentuk swing melainkan zigzag mirip seperti cikal bakal ranging trend meski ranging trend sendiri bisa juga dikatakan sebagai channel dan kita bisa menggunakan trendline sebagai batas channel dengan tetap menggunakan golden rasio di 50% jarak antara kedua trendline.
Minggu, 18 Mei 2008
Mengenal channel...part I
Channel atau biasa dikenal tunnel....
Ini adalah salah satu system trading-ku dan bisa dibilang system favoriteku mengingat... konsep chanel membuat trading kita lebih mudah setidaknya menurut saya pribadi gak tau yang lain!!
Konsep channel adalah....
Ketika sebuah high low terbentuk dan tidak mampu ditembus/breakout oleh pergerakan harga maka hal tsb disebut chanel dan ketika harga mengerucut maka disebut triangle maka triangle bisa dikatakan sebagai turunan dari channel.
Kapan channel terjadi?
Jika kita menggunakan intraday chart maka chanell hampir tiap hari terjadi di jam 04-07 WIB tf 5 atau 15m serta 30m. Hal ini disebabkan oleh tutupnya market besar US dan menyongsong Asian open market , demikian pula dengan kondisi menjelang EURO-LONDON open market serta kadang kala juga terjadi ketika menjelang US open atau jam 17-19WIB dimana market menyusut volumenya menunggu US open
Namun adakalanya chanell terjadi setelah EURO-LONDON open dimana biasanya terjadi menjelang NEWS big data namun market belum berani mengasumsikan apapun artinya market benar-benar bergantung kepada data yang akan direlease.
Diarea 4 H juga ada kalanya terjadi chanell dimana pergerakan market dalam area weekly terjadi ranging dan hal ini biasanya terjadi benturan data dari kedua belah pihak base currency.
FLAT and TREND is the reality of market......for actually!!